Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2018, Cerita Dewasa Terbaru 2018,

Cerita Sex Kunjungan Teman Lama

Posted on
Cerita Sex Kunjungan Teman Lama
Cerita Sex Kunjungan Teman Lama

 

Cerita Sex Kunjungan Teman Lama – Namaku Tyas, aku adalah seorang janda. Minggu lalu aku kedatangan teman lamaku, dia adalah tetanggaku dulu waktu aku kost waktu aku sekolah. Namanya Nindi. Umurnya sekitar 25 tahun, seumuran denganku. Kami udah sekitar 4 tahun tidak bertemu. Walaupun begitu kami masih sering berkomunikasi lewat telpon, maklum saja dia lain kota denganku. Saat ini dia sudah menikah dan punya 1 anak yang berusia sekitar 3 tahun.
Nonton Film Semi Klik Disini
Aku juga agak heran kenapa dia datang sendirian, karena dulu pernah juga dia datang tapi bersama suami dan anaknya. Waktu itu masih 1 tahun umurnya. Makanya aku tanya kemana suaminya, tapi dia malah menangis dan bercerita kalau dia dan suaminya sedang bertengkar, dan dia meminta ijinku untuk menginap selama beberapa hari untuk menenangkan diri. Aku pun mengijinkannya, sekalian buat temen aku habis sepi juga sih. Karena dia baru dari jalan jauh langsung saja aku menyuruhnya untuk bersih-bersih dan istirahat.
Kami membuat rencana untuk keluar mencari hiburan nanti malam, sekalian mengenang nostalgia lama. Oh ya, dulu kami sama-sama suka ke club malam. Aku menanyakan apa dia selama ini pernah lagi ke diskotik tempat kami dulu sering pergi sama-sama, dia bilang udah lama tidak pernah sejak dia menikah. Dia tanya kalau aku gimana, aku bilang sejak aku cerai sih kadang-kadang suka juga pergi buat ngilangin sumpek sekalian ketemu teman-teman lama. Kelihatannya wajahnya agak cerah, kasian juga sih liat wajahnya waktu baru datang. Kayaknya suntuk banget.
Malam harinya kami membuat rencana agar anak-anak cepat tidurnya. Setelah mereka tidur baru kami siap-siap untuk pergi yaitu sekitar jam 10 malam. Setelah kami selesai dandan, aku menelpon beberapa teman lama juga untuk pergi sama-sama, dan mereka menyetujuinya. Lalu kami pun berangkat.
Setibanya disana teman-teman kami sudah menunggu di lobi karaoke, lalu langsung saja kami ajak masuk ke diskotik. Tentu saja kami memesan juga beberapa amunisi untuk dipakai di dalam. Kami bergoyang sampe puas, dan sepertinya teman-temanku enjoy. Aku juga senang melihat wajahnya kembali ceria. Sekitar jam 2 kami pulang, tentu saja ke rumah masing-masing. Temanku ada yang masih lanjut karena dia bertemu dengan seorang cowok dan diajak terus.
Sesampai di rumah kami cerita-cerita banyak, terutama tentang kehidupan kami masing-masing. Dia bertanya ke aku bagaimana rasanya jadi janda, sebab katanya mungkin kalau hubungannya dengan suaminya ga bisa dilanjutkan lagi dia mau berpisah saja. Aku bilang ada enaknya ada enggaknya, tapi banyak gak enaknya habis pandangan masyarakat biasanya sumbang, sambil ketawa sama-sama.
Setelah sekian lama kami bercerita ujung-ujunganya kami cerita masalah kehidupan seksual masing-masing. Dia bercerita kalau sebebarnya suaminya dia tidak pernah bisa memuaskannya, karena mainnya grasak-grusuk dan cepat keluar, terus habis itu langsung molor (pelor kali yah). Iya sih aku bilang memang kebanyakan suami-suami gitu sih, habis nempel sebentar terus molor, hihihihi.
Dia tanya kalau aku gimana memenuhi dorongan selama jadi janda, trus aku bilang saja aku lakukan sendiri dengan masturbasi. Dia agak terkejut, sebab menurut dia tidak baik. Terus aku tanya apa dia pernah melakukan masturbasi, dia jawab gak pernah kan itu cuma buat cowok (kasian yah, masak ga tau gitu). Aku bilang wanita juga bisa dan banyak yang melakukannya. Malahan aku bilang aku punya alat bantu dan kalau ada kesempatan sering melakukan sambil telpon-telponan sama orang, aku bilang sensasinya enak dan kadang kadang lebih enak dari hubungan sebenarnya karena kita pasti bisa mencapai orgasme.
Menurut aku sih sepertinya dia belum pernah merasakan orgasme. Aku tanya apa dia mau diajarin, dia mengangguk. Aku sih emang lagi horny, mungkin pengaruh obat yang kami pake waktu di diskotik tadi. Setelah itu langsung saja aku ajak dia masuk ke kamarku, dan kami langsung buka pakaian. Habis gak enak juga kena keringat. Setelah itu tanpa memakai pakaian kecuali pakaian dalam saja aku langsung saja baringan di tempat tidur dan dia masih duduk-duduk dilantai sambil dengerin musik. Terus aku tanya dia apa dia terangsang, dia bilang iya makanya keliatan agak bingung habis dia biasanya ama cowoknya dulu (udah jadi suaminya sekarang). Aku bilang saja dari pada bingung mending kita lakuin sendiri saja, dia masih ragu. Tapi aku cuekin saja habis aku udah mulai sih dengan kegiatan aku merangsang diri.
Aku baringan di kasur sambil merem dan tangan aku mulai meraba-raba celana dalamku dari luar. Mmhhh enak juga sih. Dia masih ragu, tapi kayaknya mulai melakukan yang aku lakukan juga, aku ga begitu ngeliat sih, habis masih duduk di lantai. Aku sudah mulai merasa nikmat dan aku rasa sudah tiba waktunya untuk melakukan rangsangan ke bagian sensitifku, maka aku mulai membuka pakaian dalamku sehingga polos. Aku lihat dia juga sudah mulai merasakan hal yang sama, lalu aku bilang daripada duduk di lantai mendingan dia baringan saja di tempat tidur. Dia menurut saja, lantas aku tanya, apa yang dia rasakan, katanya enak juga. aku sih ketawa saja. Ya sudah aku suruh saja dia buka juga pakaian dalamnya, biar lebih leluasa.
Selanjutnya kita sama sama terbuai dalam sensasi masing masing, sesekali dia melihat ke arahku untuk tau apa yang aku lakukan. Pernah kepentok sama aku, tapi aku tersenyum saja. Habis sensasi yang aku rasakan di klitorisku luar biasa, enaaaaak bangeet. Aku terus mengusap-usap klitorisku dan suaraku mulai mendesah karena nikmat sekali. Makin lama usapanku makin cepat dan suaraku makin kuat, untung saja musik masih hidup di kamarku jadi aman gak kedengaran keluar.
Mmmhhh enak banget, aku rasakan orgasmeku makin dekat. Sambil terus menggosok aku sesekali melirik ke Nindi, aku lihat dia lagi memejamkan matanya sambil menggosok klitorisnya juga. Ahhh sepertinya dia juga merasakan apa yang aku rasakan, jadi aku pikir dia sudah mengerti apa yang harus dia lakukan. ohhh aku rasakan orgasmeku sudah dekat banget dan akan segera meledak, pinggulku bergoyang-goyang mengimbangi jari-jariku yang dengan lincah menggosok kacang yang enak itu. Ohhhh akhirnya orgasmeku datang dengan meledak-ledak, tapi enaakk sekali. Suaraku juga sudah tidak tertahan lagi, akhirnya aku menjerit tertahan, ahhhhhh nikmatnya.
Selama aku mendekati orgasme, Nindi luput dari perhatianku, habis rasa nikmatnya membuat aku lupa semua. Ternyata dia menjerit juga, malahan panjang banget tanpa ditahan-tahan . Aku agak kaget juga, takut kedengaran sama anak dan pembantu, kan gawat kalau sampai terbangun (namanya juga anak-anak mana ngerti ibunya lagi enak, hihihii). Mmmhhh, setelah beberapa lama badannya bergetar menahan nikmat, ( aku juga sih, hhihihi). Mata kami masih sama-sama merem, menikmati sisa kenikmatan yang baru saja datang. Setelah
itu dengan masih sama-sama telanjang dan tangan masih di bawah, dia tanya apa yang baru dirasakan tadi. Kok geli banget tapi bikin badan gemetaran dan nikmat . Sambil senyum aku bilang itulah rasa orgasme, emang selama nikah kamu ga pernah ngerasin gitu. Dia bilang belum pernah tuh. Ohhh aku bilang saja mungkin karena suami kamu cepet keluar dan kurang merangsang kamu. Dia mengangguk. Lalu aku bilang beginilah aku untuk memenuhi dorongan seks aku, dia senyum-senyum saja. Mungkin rasa geli di klitorisnya masih ada, tapi sepertinya matanya sudah terlalu berat. Karena dia udah berat buka mata aku suruh dia tidur saja, dia bilang gimana nanti saja, habis masih enak sih. Jelas dong aku bilang.
Kami masih meneruskan ngobrol-ngobrol sampe pagi sambil ketawa ketawa dengan pengalaman kami tadi. Udah gak ada lagi kerunyaman di wajahnya. Setelah beberapa hari menginap di rumahku dia pun pulang ke kotanya, katanya sih ke rumah orang tuanya. Dia bilang dia akan menelpon soal perkembangan dia dengan suaminya, dan terima kasih sudah mau menghibur dia. Dan katanya dia mau belajar lebih jauh lagi tentang yang kami lakukan malam itu. Aku bilang kesini saja kapan-kapan, biar nanti aku ajarin pakai alat-alat bantu. Lalu kami sama-sama ketawa.
Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *