Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2018, Cerita Dewasa Terbaru 2018,

Cerita Sex Teman Sekamarku Ternyata Lesbian

Posted on
Cerita Sex Teman Sekamarku Ternyata Lesbian
Cerita Sex Teman Sekamarku Ternyata Lesbian

 

Cerita Sex Teman Sekamarku Ternyata Lesbian – Hari itu waktu bersih-bersih kamar, saya menemukan surat milik Siska, teman sekamar saya. Waktu saya baca, isi surat itu benar-benar membuat saya berkeringat dingin. Surat itu dari Anisa, seorang janda muda yang tinggal di rumah induk. Dan isinya, Anisa pingin ketemuan sama Siska dan Anisa pingin berhubungan badan dengan Siska. What? Maksudnya, Siska lesbian? Gawat! Jadi selama ini saya sekamar dengan lesbi? Tapi kenapa Anisa pingin tidur dengan Siska ya? Apa dia juga lesbi?
Nonton Film Semi Klik Disini
“Aku nggak tahan lagi, Sis. Sudah lama hatiku kering, dan aku merindukan pelukan yang hangat dan mesra. Tapi, aku nggak mau ambil resiko. Jadi aku rasa aku mau menuruti tawaranmu. Malam ini rumah induk sepi. Aku tunggu kamu di kamarku jam tujuh.” Begitu penggalan surat Anisa.
Jam tujuh kurang seperempat. Saya sudah siap di kamar Dina, sebelah kamarnya Anisa. Beruntung, karena dua hari lalu ketika Dina hendak pulang dia menitipkan kunci kamarnya ke saya. Segera saya cari tempat yang strategis untuk mengintip suasana kamar Anisa. Pas! Ada lubang angin-angin yang menghubungkan kamar Dina dan kamar Anisa. Dan dengan mudah dan jelas saya bisa mengintip ke kamar Anisa.
Anisa sedang duduk menyisir rambutnya di depan meja rias. Wajah ayunya dihiasi dengan senyum. Matanya yang sayu berkali-kali memandangi jam dinding. Benar juga, nampaknya Anisa menanti seseorang. Jam tujuh kurang lima menit. Tok.. tok.. tok..
“Anisa.. ini aku, Siska.”
Anisa membukakan pintu kamarnya. Nampak Siska tersenyum manis sambil menyapa,
“Hai!”. Busyet! Kayak ngapel ke rumah pacar saja, batinku.
Siska segera masuk dan mengunci pintu kamar. Dipandanginya wajah Anisa sesaat. Dibelainya wajah halus Anisa yang tanpa cacat. Tapi nampaknya Anisa sudah tak tahan lagi. Segera diburunya bibir Siska. Kedua bibir yang sama-sama mengenakan lipstik itu saling melumat dan menghisap. Bisa saya bayangkan lidah-lidah mereka yang bertarung mengganas. Tangan-tangan mereka saling meremas dan memeluk kepala pasangannya. Anisa menghisap kuat-kuat bibir Siska, dan Siskapun membalasnya dengan menggigit bibir atas Anisa.
Siska segera melepaskan daster yang dikenakan Anisa, dan kemudian kembali mereka bercumbu. Daster itu meluncur turun meninggalkan tubuh Anisa yang kini tinggal berlapis BH dan CD tipis. Begitupun yang dilakukan Anisa. Dilepasnya tali kimono Siska hingga nampak tubuh Siska yang berbalut lingerie hitam.
“Wah, bagus banget!” seru Anisa ketika melihat lingerie yang dikenakan Siska.
Bagus apaan! Menurut saya lingerie itu menjijikkan. Warnanya hitam lagi transparan, dan hanya menutup payudara Siska sampai diujung saja. Hingga kedua gumpalan payudara berukuran 36 itu bagai ingin melompat keluar. Pakai lingerie atau bugil, kayaknya sama saja.
“Aku ingin hanya diriku yang kau puji sayang.. bukan lingerie ini.” kata Siska merajuk.
“Iya deh..” kata Anisa kembali memburu bibir seksi Siska.
Bibir mereka kembali bergumul. Tangan Siska menyusup masuk ke balik CD Anisa. Perlahan-lahan diremasnya kedua pantat kenyal Anisa.
“Aah…” desis Anisa keenakan.
Siska semakin ganas meraba-raba Anisa hingga kemudian melepaskan pengait BH Anisa. Penutup dada Anisa itu mengendor lalu terjatuh. Ciuman Siska turun ke leher dan dada Anisa. Tak disia-siakannya setiap inchi dada Anisa yang mungil. Dicumbuinya penuh nafsu hingga ke perut lalu berhenti sebentar di pusarnya dan kemudian naik lagi hingga kembali ke bibir Anisa. Diperlakukan seperti itu Anisa mendesis-desis penuh birahi,
“Siss.. aahh.. ehmm..”
Siska mendorong Anisa terlentang di atas kasur dan menindihnya. Ciuman Siska kembali menurun hingga ke dada Anisa. Diciuminya kedua bongkahan gunung kembar Anisa yang sudah menegang. Putingnya berwarna kecoklatan menantang. Tanpa malu ladi dimasukkannya salah satu puting itu ke dalam mulutnya.
“Uagghh… Siskaa… aaahh… terus say…” gumam Anisa meremas rambut Siska yang cepak.
Siska meremas-remas buah dada yang baru saja dikulumnya itu. Dan sesekali dipelintirnya putting Anisa hingga membuat Anisa bergelinjangan. Dan kemudian dihisapnya kuat-kuat. Sedang telapak tangan kirinya menekan kemaluan Anisa yang masih dilapisi oleh CD.
“Siskaa…” teriak Anisa menghentak-hentak keasyikan.
“Hmm.. ehm..” gumam Siska keenakan.
Tak dipedulikannya erangan Anisa. Kedua bukit kembar Anisa digarapnya bergantian. Dikenyot-kenyotnya payudara Anisa yang sudah bengkak benar bagai bayi yang amat kehausan. Anisa yang sudah lama tak merasakan kenikmatan itu bagai menikmatinya dengan sepenuh hati. Saya palingkan muka sejenak, karena tak tahan dengan libido saya sendiri yang mulai terbakar. Keringat dingin menetes di dahi saya. Tapi saya segera kembali mengikuti permainan itu, tidak ingin rasanya tertinggal sedetik saja.
Siska segera melepas satu-satunya CD yang melekat di tubuh Anisa yang terlentang di ranjang hingga janda muda itu bagai bayi yang baru terlahir. Kemudian Siska berdiri di hadapan Anisa yang mengerang pasrah.
“It’s show time.” kata Siska.
Anisa terdiam memandangi Siska yang mulai melucuti lingerienya. Kain tipis itu meluncur turun meninggalkan tubuh Siska yang bugil total. Nampaklah dada Siska yang membusung bengkak menggemaskan, juga bukit kemaluannya yang licin tanpa bulu. Siska mulai meremas-remas buah dadanya sendiri, membangkitkan gairah Anisa hingga pada titik puncaknya. Diremasnya kedua payudaranya dengan gerakan memutar hingga kedua gunung kembar itu bergoyang-goyang menantang. Dan bagai iklan sabun Siska membelai tubuhnya sendiri, dari dada.. perut.. hingga kemaluannya yang gundul.
Tubuhnya meliuk-liuk lalu menungging membelakangi Anisa dan memamerkan kesekalan bokongnya kemudian menyibak lorong kecil yang merah merekah. Nampak liang kawin Siska yang berlumuran lendir putih kental. Siska memasukkan jemari telunjuknya ke dalam liang kawin itu.
“Aaaghh…” desah Siska pelan.
Lalu ditariknya telunjuk yang telah basah itu. Kemudian dijilatnya dengan mata sayu menatap Anisa. Oh… jangankan Anisa, saya pun merasa terbakar gairah. Anisa segera memburu Siska. Dalam keadaan berdiri diterkamnya kedua payudara Siska secara bergantian sedangkan tangannya mengerayangi setiap lekuk kemaluan Siska yang telah basah betul.
“Anisaa… oughh… Nis…” desah Siska sambil mendekap kepala Anisa erat, dengan buas Anisa melakukan pembalasan atas semua perbuatan Siska sebelumnya.
“Aaacchhh…” pekik Siska ketika Anisa menghisap puting payudaranya sekuat tenaga.
Siska berkelojotan ambruk di kasur. Anisa menindihnya dan terus melumat buah dada Siska yang bagai mau meledak. Kedua kaki Siska menyilang bagai mengunci tubuh Anisa. Jemari Anisa kembali beroperasi di sekitar kemaluan Siska.
“Nis… ayo masukkan Nis… aahhh…” ujar Siska sambil mengacung-acungkan sebatang dildo kepada Anisa.
Anisa mengerti apa yang Siska mau. Maka Anisa pun segera memasukkan dildo itu perlahan-lahan ke lubang kawin Siska.
“Eemh… eghh… aaahh…” Siska mengedan sebentar lalu, krak! nampaknya selaput dara Siska semakin sobek saking kerasnya sodokan Anisa.
“Aagh.. brengsek..!” pekik Siska ketika Anisa menghunjamkan dildo itu seluruhnya ke dalam lubang kawin Siska.
Agak sakit mungkin, karena sebelumnya Siska selalu melakukannya dengan perlahan-lahan dan tidak sepenuh itu. Tapi sodokan yang keras dan cepat itu memberikan kenikmatan yang belum pernah Siska rasakan.
“Tenanglah Sis.. nanti pasti enak..” kata Anisa sembari menggoyang-goyangkan batang dildo yang tinggal dua senti itu.
Dan benar saja, tubuh Siska terguncang-guncang nikmat. Peluh membanjir di seluruh tubuhnya yang terkulai lemas. Kelincahan tangan-tangan Anisa yang menggoyang tubuhnya sambil terus meremas-remas payudaranya membuat Siska tak tahan lagi.
“Nis.. aku mau keluar nih… eeghhh…” Siska mengedan sebentar lalu terkapar lemas.
Anisa segera menarik dildo dari lubang kawin Siska. Dildo itu berlumuran cairan kawin Siska yang membanjir. Anisa berbaring di samping Siska dengan wajah kecewa.
“Makasih ya, Nis. Aku puas banget.” kata Siska
“Sis, kamu curang. Aku kan belum selesai.” ujar Anisa kesal.
“Iya, tunggu sebentar say… biar aku pulihkan tenaga dulu.” jawab Siska membelai wajah Anisa.
Anisa hanya diam, tapi roman mukanya kurang sedap. Karena merasa tak enak hati, maka Siska kembali membelai-belai payudara Anisa. Anisa memandang Siska degan mata sayu, kemudian di belainya kemaluan Siska yang masih basah.
“Hik.. kik..” Siska mengikik kegelian sedang Anisa tersenyum-senyum menikmati rasa dingin yang menyiram tubuhnya yang ditimbulkan dari gelitikan jemari Siska di kedua puting susunya.
Siska meraih batang dildo yang tergeletak tak jauh darinya lalu menyodorkannya ke wajah Anisa.
“Ayo jilatlah sayang..” bisik Siska.
Walaupun sedikit jijik, Anisa menuruti keinginan Siska. Dijilatinya ujung dildo yang masih basah oleh lendir kawin Siska itu. Pikiran Anisa melayang pada Ben, mantan suaminya. Maka dengan ganas dijilatinya ujung dildo itu bagaikan menjilati penis Ben yang luar biasa besarnya. Walaupun belum pernah melakukan sebelumnya, tapi nampaknya Anisa sangat menikmatinya. Apalagi jemari Siska mengutak-atik isi kemaluannya. Menyusuri lorong sempit di antara rimbunan belantara dan menyentil-nyentil daging kecil yang tumbuh diantara goanya.
“Ough… Siskaa…” Anisa menumbruk Siska dengan liar.
Namun Siska lebih cepat membantingnya, hingga posisinya kembali berada di bawah kendali Siska. Siska segera mengambil posisi 69.
“Ayo Nis… kamu makan bagianmu, dan aku makan bagianku yah…”
Terhampar di depan Siska sebidang hutan nan lebat yang telah basah dan becek. Jemari Siska ikut membantu menyibak belukar basah itu. Lidahnya menjulur melintasi semak belukar hingga masuk ke mulut goa. Lidah itu menyusuri goa itu hingga kemudian menjilati ujung daging kecil yang tersembul merah dan kenyal. Dihisapnya hingga daging kecil itu mengembang hingga membuat Anisa yang sibuk dengan vagina Siska mendengking tertahan,
“Aaachh… eehmm… eennaakk…”
Tidak tahan dengan rangsangan Siska yang begitu dahsyat, Anisa menggigit-gigit kecil vagina Siska. Siska pun mendengking perlahan,
“Oughh… Nis… sakit…”
Dan secara bersamaan tubuh keduanya menegang dan..
“Aaacchh…!!” Suurr… lendir-lendir kenikmatan mereka mengalir dengan deras.
Anisa merintih dalam nikmat. Lalu keduanya saling menjilat seluruh cairan kental itu hingga tandas. Rasa nikmat yang tercipta seakan ikut terasa oleh saya. Saya pun merasa ada cairan basah yang menetes dari kemaluan saya.
“Siska… ayo masukin penisnya… sebelum aku keluar…” perintah Anisa.
Siska pun segera meraih dildo dan membenamkannya ke dalam lubang kawin Anisa. Namun lubang kawin Anisa tak selebar milik Siska, hingga Siska harus perlahan-lahan menyodokkannya.
“Eenghhh… terus Siss…” pekik Anisa yang terdiam menikmati sodokan Siska.
Perlahan batang dildo itu amblas dimakan oleh lubang kawin Anisa. Janda itu menangis merasakan kenikmatan yang lama tak terasakan itu. Siska bangkit dan segera mengocok dildo yang bersarang di lubang kawin Anisa. Gerakannya yang ritmis membuat Anisa terantuk-antuk. Ranjang itu berdecit-decit seakan bersorak atas rasa puas yang dirasakan oleh Anisa. Dan untuk kedua kalinya Anisa mengalami orgasme yang nikmatnya tiada tara.
Saya berpaling dan menjauh dari lubang pengintipan saya itu ketika Anisa menangis bahagia. Dan Siska memeluknya mesra seraya berkata,
“Anisa, mulai sekarang akulah milikmu. Kamu gak sendiri lagi karena aku akan selalu sayang padamu. Maukah kamu menjadi kekasihku, Anisa?”
Dan Anisa pun menangis di pelukan Siska.
Saya basuh peluh yang mengalir di kening saya dan juga air mata yang membasahi pipi saya. Saya pun segera meninggalkan kamar Dina. Malam itu di kamar Anisa, saya mendapati pengalaman yang tak mungkin terlupakan.
Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *