Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2018, Cerita Dewasa Terbaru 2018,

Cerita Sex Sari Bunga Desa

Posted on
Cerita Sex Sari Bunga Desa
Cerita Sex Sari Bunga Desa

 

Cerita Sex Sari Bunga Desa – Nama saya Sari, saya berasal dari daerah sebuah kota kecil di Jawa Tengah, dan sekarang saya tinggal di sebuah desa di Demak. Banyak orang yang bilang bahwa saya ini sangat manis dan cantik sehingga banyak pemuda kampung yang sangat menginginkan saya menjadi pacarnya. Sewaktu saya pindah ke Demak usia saya masih 14 Tahun dan masih duduk di bangku SMP. Walaupun umur saya masih kecil tapi badan dan pemikiran saya sudah seperti orang dewasa, dimana saya sudah mengetahui bagaimana berhubungan intim bersama seorang pria, hal tersebut saya pelajari dari Ibu saya yang kala itu berprofesi sebagai “AYAM KAMPUNG”.
Hal pertama yang saya ketahui tentang sex adalah suara rintihan yang diajari oleh ibu saya ketika malam tiba, saya selalu terbangun ketika ada suara rintihan keenakan di kamar ibu saya walaupun lelaki yang meniduri ibu saya tak pernah saya ketahui siapa orangya. Karena setiap pagi menjelang, lelaki yang meniduri ibu saya pasti sudah tidak di kamar bersama ibu saya. Suatu hari saya penasaran apa yang dilakukan oleh ibu saya di kamar dengan pria misterius, maka saya coba mengintip lewat lubang kunci pintu, betapa terkejutnya saya ternyata ibu saya dan pria yang tak saya kenal itu sedang berbugil dan melakukan adegan ranjang yang sangat mengerikan. Tanpa ragu atau takut ketahuan maka saya coba melihat ibu saya menyelesaikan permainannya, seketika itu pula saya merasakan terangsang yang sangat dalam dan susah untuk di katakan.
Mulai hari itu saya pun selalu berhayal melakukan hal yang sama seperti yang ibu saya lakukan, malah saya tidak perlu menyewa vcd porno yang memang waktu itu di daerah ini belum ada. Hampir setiap malam saya mengintip ibu saya bermain ranjang bersama pria yang berbeda-beda pula. Pernah suatu hari saya menanyakan kepada ibu saya siapa pria yang bersamanya, ibu hanya tersenyum dan mengatakan saya akan mengerti suatu hari nanti dan berharap saya cepat besar dan bisa menghasilkan seperti dirinya. Mulanya saya tidak mengerti apa maksudnya.
Selama saya mengintip kelakuan ibu saya tersebut, di rumah saya selalu berdatangan pemuda-pemuda kampung yang menurut saya mereka tidak kalah tampan dan cakepnya dari pria di kota, banyak pria yang menginginkan saya. Kulit saya tidak begitu putih tapi bersih, wajah saya sedap dipandang dan tidak membosankan. sehingga membuat pemuda di kampung saya sangat menginginkan saya. Dari sekian banyak pria yang datang di rumah saya, yang membuat saya tertarik dan yang sangat saya suka adalah anaknya pak Heru yang merupakan orang terpandang di desa saya, namanya Iwan, dia cakep, perhatian dan lemah lembut, juga memiliki 2 lesung pipi yang sangat menawan. Kala itu ia duduk di Bangku SMA kelas 3, anaknya sangat kharismatik dan saya tau bahwa ia sangat menyukai saya. Akhirnya saya terima dia menjadi pacar saya dengan tidak banyak pertimbangan karena saya menyukainya.
Pada awal pacaran saya sangat senang karena orangnya sangat romantis dan senang bercanda, membuat saya semakin tertarik. Sewaktu ia Bermain ke rumah saya dikala ibu saya sedang pergi ke kota, ia mencium saya untuk pertama kali, saya merasakan sangat melayang disaat ia memasukkan lidahnya ke mulut saya dan meremas punggung saya sehingga saya menjadi teringat akan adegan ranjang ibu saya, sehingga terbesit keinginan untuk melakukannya bersama kekasih saya tercinta. Sewaktu ia mencium saya dengan mata tertutup, saya gunakan kesempatan itu untuk membuka pengait Bra saya yang berwarna merah menyala, perlu di ketahui bahwa size bra saya 36A. Lalu saya tuntun tangannya untuk meremas payudara saya yang telah menegang, Iwan semakin lupa diri, ia menyiumi puting susu saya dengan nafsu, saya menggeliat merasakan semua sendi tulang saya terasa kaku, dengan penuh nafsu saya ciumi bibirnya dengan bibir saya yang sensual, dan Iwan semakin menjadi, ia membaringkan saya di sofa ruang keluarga setelah membuka seluruh baju dan bra saya sehingga yang tertinggal hanya rok dan dalaman saya saja.
Untuk beberapa saat saya merasa melayang di buatnya dan ia saat itu masih terbenam di payudara saya yang putih dengan puting susu saya yang kecoklatan. Saya mengerang dan memejamkan mata saat ia menggigit putting saya.
“Eegrhhh… sakit mas! jangan digigit dong” kata saya sambil tersenyum menggoda.
Ia semakin terangsang dan menciumi perut dan pusar saya. perlahan mas Iwan meraba pantat saya karena rok yang saya pakai terkibas oleh gesekan kontolnya. Ia mulai membuka celana saya dan memasukan jarinya ke dalam vagina saya yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus. Awalnya saya risih oleh sikapnya, saya takut akan kehilangan keperawanan saya saat itu, tapi ia menjanjikan bahwa saya tidak akan kehilangan perawanan saya sekarang juga.
Saya lihat kontolnya sudah menegang, lalu saya beranikan diri untuk memegangnya dan meremasnya, seketika itu pula saya merasakan hawa yang lain di sekujur tubuh saya, badan saya seperti terkena siraman es dan saya rasakan kegemasan yang sangat dalam. Tanpa ragu lagi saya kocok kontolnya dengan penuh nafsu persis seprti adegan ranjang ibu saya, saya coba mengikutinya dengan menciumi kepala kontol Iwan agar saya rasakan bagaimana rasanya megulum kepala kontol itu. Mas Iwan semakin menggeliat seperti cacing yang kepanasan, mulai ia membuka celana dalam saya dan menciumi vagina saya dengan lembut, bisa di bayangkan bahwa saya sangat kaget dan merasa ada lagi yang lebih enak dari sekedar elusan dan gigitan puting itu. Saya biarkan ia melakukannya sampai saya benar-benar merasa melayang. Saya semakin menggila saat kontol Mas Iwan semakin mengeras, saya masukan kontol itu kedalam mulut saya sedalam-dalamnya sampai tercekik didalam kerongkongan saya. Awalnya saya mau muntah tetapi tertahan karena Mas Iwan menahan kepala saya agar tetap melakukan hal itu. kami berdua semakin bergairah di kala ujung lidah Mas Iwan memasuki vagina saya, terasa geli dan enak.
“Eehkhh… mas enak… enak mas… terus… terus…” saya tidak kuat menahannya.
“masukan… jarimu mas… masukan… aku udah gak tahan… eemhh… aachhh…!!!” seketika saya mengerang tanda keenakan.
Mas Iwan semakin menggila, saat saya melakukan itu yang ada di bayangan saya adalah adegan ranjang ibu saya, saya semakin terangsang saat memikirkan hal itu, saya pegang batang kontol Mas Iwan saya arahkan ke vagina saya, tapi tertahan karena Mas Iwan takut keperawanan saya akan robek, tapi saya pastikan bahwa hal itu akan saya persembahkan kepadanya sekarang ataupun nanti dan meminta Mas Iwan segera menikahi saya. Dengan langkah pasti Mas Iwan menancapkan batangnya ke vagina saya.
“Eeekhh… mas pelan-pelan… sakit…”
“Tenang Sar… aku jamin gak bakal sakit” kata Mas Iwan Meyakinkan saya.
Lalu ia meludahi bibir vagina saya agar lebih licin katanya. Ketika kontol Mas Iwan masuk, saya membayangkan adegan yang dilakukan ibu saya dengan penuh nafsu sambil bergoyang maju-mundur, saya ikuti. Ternyata Mas Iwan sangat menikmati, maka semakin keras ia malakukan dan semakin hot goyangannya. Ketika pejunya Mas Iwan mau keluar, maka ia keluarkan kontolnya dan didorongnya ke muka saya. Mas Iwan meminta saya untuk menelan cairan spermanya kedalam mulut saya, maka saya turuti sehingga tak satupun sperma yang tertingal dibadan saya.
Akhirnya kami terbaring lemas di sofa sambil tersenyum bahagia. Saya memastikan apakah saya mengeluarkan darah perawan saya pada pertama kali ini, ternyata darah itu sudah bercampur dengan cairan saya sehingga tertumpah di sofa, segera saya bersihkan agar orang rumah saya tidak ada yang tau. Setelah baju kami kenakan masing-masing, Mas Iwan berbaring dipaha saya dengan memasukan jarinya ke vagina saya. Saya menolak dengan alasan ini sudah hampir sore nanti ibu saya pulang dan yang pasti saya tidak mau sampai ketahuan.
Ketika ibu saya pulang, Mas Iwan sudah tidak di rumah saya, dan saya mulai mandi serta membayangkan hal yang baru saja kami lakukan. Dalam hati saya, saya ingin mengulanginya lagi. Tapi tidak setiap hari kami melakukannya, karena di desa saya sangat susah mencari tempat untuk melakukan hal itu dikala siang, maka kami mencari akal agar bisa melakukan itu sesering mungkin. Dan tempat yang sangat pas adalah di tepi pantai yang jaraknya cukup dekat dengan desa saya, karena apabila malam tempat itu sangat gelap sekali sehingga apabila kami melakukan hal itu disana dipastikan tak satu orangpun mengetahui.
Hampir setiap hari saya melakukan di tepi pantai bersama Mas Iwan, malah terkadang sampai 3 kali sehari kami lakukan, misalnya apabila pagi ibu saya tidak ditempat maka saya dan Mas Iwan akan melakukan di rumah, di kamar, disofa, di dapur dan terkadang di kamar mandi, itupun kami lakukan dengan sangat mesra dan malamnya kami pergi ke pantai melanjutkan permainan. Saya sangat menyayangi Mas Iwan sehingga apabila melihatnya saya sangat bernafsu untuk mengulangnya.
Suatu hari pernah saya melakukan itu di kamar dan di ketahui oleh ibu saya. Memang ia tidak langsung nge-gap kami, tapi dari cara ibu saya ia mengetahui bahwa saya dan Mas Iwan pernah berhubungan. Awalnya saya takut ibu akan marah tetapi ibu saya malah mengatakan bahwa apabila ingin puas ibu saya menawarkan obat yang manjur untuk kepuasan dan selalu mewanti-wanti saya agar tidak hamil. Saya kaget tapi akhirnya ibu saya menjadi wanita pertama yang memberikan masukan dalam berhubungan intim. Pernah sewaktu saya sedang di kamar ibu masuk dan menanyakan hubungan saya dengan Mas Iwan, yang pasti menanyakan apakah saya puas dilayani oleh Mas Iwan. Saya kaget tapi saya jawab setakat ini saya cukup puas. Mendengar jawaban saya ibu saya hanya tersenyum dan menawarkan saya untuk mencoba hal yang pasti membuat saya lebih puas.
Akhirnya suatu malam ibu membawa seorang pria datang kerumah saya dan yang pasti tanpa diketahui oleh saya. Malamnya saya mendengar lagi suara rintihan ibu menjerit keenakan karena pria itu. Tak sengaja saya mengintip karena pintu kamar ibu saya tidak terkunci dan akhirnya pintu terbuka, dan ibu saya melihat saya sambil memasang muka cemberut menyuruh saya masuk. Saya risih karena ibu dan pasangannya tidak mengenakan pakaian sama sekali. Saya paksakan masuk sambil memalingkan muka saya. Ibu berbisik ke pria yang mengentotnya sambil tersenyum senang. Akhirnya ibu keluar dari kamar dan membiarkan saya berduaan dengan pria itu.
Dengan sangat berani lelaki hidung belang itu mengatakan bahwa ibu saya rela bila saya dientot oleh lelaki yang menurut saya pantas menjadi bapak saya. Takut ketahuan orang apabila saya menjerit, akhirnya saya tahan saja ketika ia memegang payudara saya, yang pasti sambil meronta agar saya tidak kelihatan sangat pasrah. Perlu diketahui ketika saya mengintip ibu saya beradegan ranjang saya sudah merasakan terangsang yang sangat mendalam, sehingga ketika lelaki itu yang terakhir saya ketahui bernama Ramli menyiumi bibir dan memegang payudara saya, saya sangat bernafsu.
Saya pasrah dan ingin merasakan kenikmatan yang sama ketika ibu saya menikmatinya. Ia menggendong saya ke kasur dan mulai membuka baju saya, menyiumi leher saya, sampai ke payudara saya yang saat itu sudah mengeras. Adegan ranjangnya sangat membuat saya terpukau dan saya yakin dapat membuat saya puas sepenuhnya. Saya goyangkan badan saya mengikuti goyangan badannya, lalu ia memasukan kontolnya yang berukuran besar itu ke dalam vagina saya sehingga terasa robek memek saya saat itu. Saya mengerang kesakitan, lalu ia dengan lihainya membuka lebar kedua kaki saya sambil menggenjot saya dan menyiumi puting saya. diberinya saya kepuasaan lebih dulu, megajari saya berbagai gaya dan memaksa saya menggigit kontolnya.
Ketika ia akan menumpahkan spermanya, segera ia keluarkan dan menjatuhkan kedalam mulut saya. Saya tolak dengan alasan tidak enak, tetapi ia memaksa karena ia sudah membayar mahal ke ibu saya agar saya menelan sperma miliknya. Setelah itu ia segera lemas dengan masih memeluk saya. Cepat-cepat saya keluar dari kamar dan mendapati ibu saya telah berdiri di depan pintu sambil mengatakan,
“Ehm… ternyata kamu berpengalaman juga. Gimana puas gak?”
Dengan santai saya jawab saya puas, tapi lebih puas lagi kalo saya melakukan dengan Mas Iwan. Tidak bisa dipungkiri setelah kejadian itu saya tetap sering melakukan bersama Mas Iwan, tetapi dikala malam saya juga minta dilayani oleh pria yang melayani ibu saya. Mulailah dari situ saya mencari pria yang menyukai saya untuk saya jadikan pelampiasan nafsu saya, Tetapi didalam hati saya, saya sangat menyayangi Mas Iwan.
Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *