Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2018, Cerita Dewasa Terbaru 2018,

Cerita Sex Kisah tak Terduga

Posted on
Cerita Sex Kisah tak Terduga (Part 2)
Cerita Sex Kisah tak Terduga

 

Cerita Sex Kisah tak Terduga  – Sayang aura manis itu harus memudar menjadi kernyit heran ketika melihat tatapan kosong Riko, ia kelihatannya tidak menyadari apa yang sedang berlangsung. Maya dengan gemas mengetok kepalanya.
“Hei, halo, ada orang didalam. Kenapa, kamu nggak tiba-tiba jadi bego kan”.
Tak ada reaksi. Maya mengibas-ibaskan tangan didepan muka Riko, menepuk-nepuk pipinya dan mulai cemas. Baru beberapa saat yang lalu ia berjumpa pemuda ini, ia tidak mengenalnya, ia tidak tahu apa-apa tentangnya. Mungkin saja ia memiliki kelainan tertentu. Mungkin ia tidak tahan menerima kejutan. Mungkin saja apa yang dilakukannya membuat pemuda ini shock berat, dengan bingung ia mengamati tampang Riko yang seperti habis dikecup Dementor.
Kemudian, perlahan-lahan kepala Riko mulai condong kedepan, kelihatannya ia akan tersungkur. Maya nyaris melompat kabur. Tapi tiba-tiba Riko mendekap Maya, bertubi-tubi menciumi sepasang lingkar payudaranya, menggelitikinya. Maya melonjak kaget. Serangan mendadak itu membuatnya menggelinjang hebat, terpingkal-pingkal kegelian. Riko mengangkat tubuh Maya, menghempaskannya ke sofa, lantas menyetubuhinya.
Sofa berderit bergeser bergoyang-goyang saat dengan buas Riko “memperkosa” gadis itu. Masih dengan ekspresi yang sama, gelak tawa Maya berganti dengan erang dan pekik penuh birahi, tubuhnya tersentak-sentak liar. Kedua kakinya mengejang. Dan tampaknya ia menikmati… sangat menikmati kejutan tersebut. Gadis itu terengah-engah berusaha mendapatkan udara ketika denyut-denyut rangsangan dengan cepat membakar dibawah perutnya, membesar, dan akhirnya meledak melewati puncak gelombang kenikmatan.
Maya mengeluh dalam erang tertahan-tahan, tubuhnya menegang, pada saat yang sama Riko merasakan nyeri menusuk punggungnya. Ia pun mengurangi tempo senggama, memberi kesempatan pada gadis itu untuk sepenuhnya menikmati sengatan orgasme.
Lewat beberapa saat, semuanya kembali mereda, cengkeraman dibahu Riko mengendur. Pemuda itu mundur berdiri dan mengusap garis merah yang ditorehkan oleh kuku Maya dipunggungnya. Alat vitalnya terasa meremang. Dilihatnya mata Maya terpejam, dada gadis itu naik turun dengan cepat, ia mengusap rekah kemerahan bibir vagina Maya yang basah oleh cairan tanpa warna. Senyum damai yang penuh kepuasan di wajah gadis itu menggugah gairahnya. Dan sekarang ia berpaling kepada Erin.
Erin duduk bersandar bertopang dagu, jari-jarinya setengah menutupi wajah, matanya begitu dingin, dan kesan pertama yang ditangkap Riko adalah ancaman. Benak Riko berkecamuk, ia mencoba mengartikan sorot tipis mata Erin. Ia mencoba memahami, bagaimana perasaan seorang wanita yang menyaksikan anak gadisnya bercinta tepat didepan mata.
Yah… sebuah pemikiran yang kurang menguntungkan karena pada saat yang sama ia juga berharap bahwa sorot mata itu menawarkan apa yang sedang ia inginkan saat ini. Riko melihat kembali saat-saat ketika hasratnya begitu tak tertahankan, saat dimana seorang wanita bernama Erin menawarkan sebuah kesempatan padanya untuk mengenal apa yang disebut dengan pengalaman pertama, pengalaman akan kepuasan yang takkan terlupa, dan pada detik ini ia menginginkan kepuasan itu kembali.
Berdasarkan Pengalaman, Riko menyadari bahwa ada saat saat tertentu dimana terlalu banyak pertimbangan berarti lepasnya sebuah kesempatan. Akal sehat dalam banyak hal memang dapat membantu kita mencapai hasil yang memuaskan. Namun naluri, secara mengejutkan, terkadang bisa menuntun kita mendapatkan lebih dari apa yang kita bayangkan. Dan pada saat ini, Riko mempercayai nalurinya lebih dari segala macam logika apapun yang ada dipermukaan bumi ini.
Dengan langkah pasti ia mendatangi Erin, dicengkeramnya pinggul wanita itu, lalu dipaksanya untuk berbalik. Agak sulit ternyata untuk melucuti celana jeans Erin, walaupun tidak melawan, Erin juga tidak membantu sama sekali. Namun Riko tidak merasa perlu untuk melepas seluruhnya, ia hanya perlu merosotnya hingga diatas lutut, dan ketika ia menarik celana dalam Erin, Riko tahu bahwa itu sudah cukup. Belahan vagina Erin telah terlihat. Riko tidak menunggu, segera saja ia menempelkan ujung penisnya di belahan bibir vagina itu.
Namun ketika ia hendak melakukan penetrasi, tiba-tiba Erin berbalik dan mendorongnya, Riko terkejut, ia berusaha bertahan, tapi Erin tetap mendorongnya. Riko tahu bahwa itu bukanlah suatu bentuk perlawanan yang tidak bisa ia atasi, namun itu adalah penolakan, dan ia harus menerimanya. Perlahan ia melangkah mundur, pemuda itu tidak menyembunyikan rasa kecewanya, namun tetap saja benteng dingin Erin memaksanya untuk menelan rasa kecewa itu. Ia betul-betul dibuat bingung. Ia kecewa, ia marah, gairahnya lenyap seketika, tapi hanya sekejap, karena saat berikutnya ia betul-betul dipenuhi nafsu birahi, dan ia melihat Maya sebagai sosok pelampiasannya.
Maya dapat merasakan luapan nafsu Riko ketika pemuda itu kembali menyetubuhinya, dengus nafasnya terasa panas, namun ekspresinya begitu dingin, pemuda itu menghindari tatapannya. Ia tahu pemuda itu marah, emosinya membuat ia menjadi kasar, dan hal itu membuat tubuh Maya terasa sakit, namun ia tidak dapat menolaknya, ia tidak bisa berbuat lain kecuali membiarkan pemuda itu memuaskan nafsunya.
Riko bisa melihat kernyit tidak suka dalam raut muka Maya, tapi perasaannya benar-benar dipenuhi emosi, ia sendiri pun heran, mengapa ia sampai merasa seperti itu. Ia berusaha menenangkan diri, namun sosok Erin terus muncul dalam pikirannya.
Riko menyeringai, dengus tawa pahit yang nyaris mencekiknya. Ia menatap kosong raut kecewa di wajah Maya. Riko berusaha untuk menikmati, namun sia-sia, gadis itu terasa “hambar,” ia bercinta tanpa rasa, bagi Riko persetubuhan itu menjadi tidak lebih dari sesuatu yang perlu segera diselesaikan. Gairahnya benar-benar telah mengkristal disudut benak, gairah itu hanya bisa terpuaskan dengan menindih tubuh Erin.
Erin… Erin… ia tidak tahu mengapa, tapi yang pasti saat ini ia sangat menginginkan wanita itu.
Waktu terlewati begitu saja, ia nyaris tidak ingat bagaimana ia selesai dengan Maya. Setelah membersihkan diri Maya memintanya untuk pergi, tanpa banyak bicara ia menurutinya. Sungguh akhir yang sia-sia, pikir Riko, ia mengutuki kebodohannya sendiri. Tidak setiap hari ia bertemu dengan gadis seperti Maya, apa ia masih bisa bertemu gadis itu lagi?! Ia mengeluarkan motornya dengan membawa seribu tanya.
Tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil, ia celingukan mencari asal suara tersebut. Rupanya dari beranda lantai atas. Erin. Wanita itu melemparkan sesuatu, dengan sigap Riko menangkapnya, ternyata beberapa untaian anak kunci dalam gantungan warna emas, ia mendongak.
“Datanglah lagi kalau kamu mau” kata Erin.
Riko tidak berkata apa-apa, ia menggenggam erat anak kunci itu, lalu dimasukkannya ke dalam saku jaket. Sekali lagi ia menengadah kearah Erin, saat itu ia melihat Maya muncul dari belakang Erin, gadis itu diam memandangnya, Riko menutup kaca helmnya, melambai. Menembus gelap malam, sebuah motor meraung dan melesat pergi.
Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *