Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2018, Cerita Dewasa Terbaru 2018,

Cerita Sex Kepasrahan Ratna

Posted on
Cerita Sex Kepasrahan Ratna
Cerita Sex Kepasrahan Ratna

 

Cerita Sex Kepasrahan Ratna – “Nikmati saja, aku ada di kamar sebelah”
Begitu pesan Rudi pada Ratna istrinya. Ratna mengangguk pasrah pada suaminya. Kini ia duduk di tempat tidur mereka mengenakan daster tipis. Ia menunggu kedatangan Dedi, teman akrab suaminya untuk menikmati tubuhnya hanya satu malam. Kurang bisa dipercaya, tapi memang terjadi. Rudi tidak bisa mengembalikan sejumlah uang yg dipinjamnya pada Dedi, yg meskipun sahabatnya sejak SD, uang itu dalam jumlah besar. Hampir saja masalah itu berakhir di Kepolisian kalau saja saat itu Ratna tidak lewat dengan mengenakan kaus tipis hingga bhnya jelas terlihat. Akhirya Dedi mengajukan penyelesaiannya yaitu dengan menginap semalam dengan ditemani Ratna. Setelah diberitahu Ratna pun menyanggupi dan bisa mengerti kesulitan suaminya, meskipun dengan sedikit marah.
Tak lama kemudian Dedi muncul dengan mengenakan piyama milik Rudi. Ia langsung duduk disebelah Ratna. Ratna langsung berdiri di hadapan Dedi dan dengan mata terpejam ia membuka dasternya.
“Dedi… nikmatilah sebagai pengganti hutang suamiku”
Dasternya meluncur turun dan jatuh di lantai. Payudaranya yang kencang menantang masih tersembunyi di balik BH warna merah. Juga kerimbunan memeknya yg masih tersembunyi.
“Mbak tidak seperti itu. Saya janji pada Rudi akan memuaskan mbak. Mbak menurut saja ya?” Dedi masih terduduk di hadapan Ratna, namun dari balik piyama itu terlihat jelas bahwa ia senjatanya telah mengacung.
“Buka mata mbak”
Ratna membuka matanya dan tertegun melihat benda yg menyembul di piyama Dedi.
“Beruntung sekali Rudi punya istri seseksi mbak”
Dedi kemudian berdiri, berjalan mengelilingi Ratna. Dari belakang, dibelainya rambut Ratna yg hitam dan panjang itu. Tangannya juga melepaskan kaitan BH Ratna. Kini payudara montok itu benar-benar bebas. Dedi kemudian melepaskan piyamanya di belakang Ratna.
“Dedi, saya akan melayani kamu, tapi.. janjimu harus kamu tepati” Ratna berkata lirih saat merasakan dengusan nafas Dedi di lehernya.
“tentu tentu… Kini, balik badanmu” perintah Dedi.
Ia kemudian mengambil kursi untuk duduk. Ratna perlahan membalikkan badannya. Payudaranya yg indah bergoyang mengikuti badannya.
“Hmmmmm… Sini berlutut” Dedi mengisyaratkan agar Ratna berlutut diantara kakinya.
“Tapi… tapi…”
“Tapi apa? Belum pernah ngisep kontol Rudi emang? SINI!” bentak Dedi.
Ratna kemudian berlutut seperti keinginan Dedi. Tanpa pikir panjang, rambut Ratna ia jambak dan kepalanya ia dorongkan ke kontolnya
“ISAP…!!!!!!!”
Ratna ingin muntah saat penis yg besar itu masuk ke mulutnya, apalagi saat Dedi menggoyang-goyangkannya maju mundur.
“Ahh… Ahhhh… isaapppp… isaaappp…” sambil terus menekan-nekankan kepala Ratna ke batang kemaluannya.
Dalam hati Ratna sebenarnya kagum akan ukuran penis Dedi, hanya saja ia tidak terbiasa akan posisi ini. Menit demi menit berlalu dengan erangan dan desahan Dedi. Bahkan Ratna sempat merasakan sedikit cairan hangat muncrat dari penis Dedi.
“Sudahh…!!! Berdiri, pegangan pada pinggiran dipan. Cepat…” Dedi makin beringas saja saat melihat Ratna pasrah.
“Buka kaki lebar-lebar, agak membungkuk!!”
Kemudian ia berdiri di belakang Ratna. Dengan sekali sentak CD tipis rento ia sobek.
“Aduhhh…” teriak Ratna lirih.
Tangan Dedi kemudian menggerayangi tubuh Ratna. Mulai dari meremas-remas payudara Ratna hingga istri Rudi itu merintih-rintih hingga jemarinya mengubek-ubek vaginanya.
“Ahhhhh…” hanya itu yg dapat diucapkan Ratna saat jemari Dedi mempeprmainkan klitorisnya.
“Auuuuhhh… uuuuhhhhhh…” tanpa sadar Ratna menggoyangkan pinggulnya agar jemari Dedi tetap di daerah klitorisnya.
“Ahhh… rupanya si pasrah mulai menikmati ya?” guman Dedi.
“Bagus… bagus…”
Kini tangan Dedi yg satu memegangi pinggang Ratna sementara satunya memegangi penisnya untuk dimasukkannya ke lubang memek Ratna.
“Aaahhhhhhhh…” Ratna beteriak keras saat dengan kasar Dedi menghujamkan penisnya ke liang memeknya.
“Deeddiiiiii… sakitttttt!”
Tangan Dedi kemudian memegangi tangan Ratna, ditariknya tangan istri temannya itu ke belakang hingga tubuh Ratna melengkung.
“Rasakan… hhhgggg… ggggghhh…” Dedi terus menghujam-hujamkan senjatanya ke memek yg makin licin itu.
“ooohhh… ohhhhhh… oohhhhhhhh… Dediiii…” Ratna merintih rintih.
Entah ia merasakan sakit atau kenikmatan luar bisasa yg ia rasakan. Payudaranya berayun-ayun dengan bebasnya.
“Uggghhhh sempit banget… Ayo Ratna nikmati saja”
Dedi tersenyum saat merasakan perlawanan Ratna makin melemah. Tubuhnya tidak lagi tegang melainkan makin relax, itu terasa lewat otot-otot Ratna di tangan.
“Ooohhh… ohhhh…”
“Ayo katakan… katakan…” Dedi makin keras menghujamkan kontolnya.
“Aaahhhhh… puaskan aku Dedi… ooohhhhh…” Ratna tidak bisa mengingkari perasaannya.
“Bagusss… nih rasakan…” seketika itu ditariknya tangan Ratna lebih keras, dan …
“Dediiiii…”
Tenaga Ratna bagai terbetot keluar, saat ia merasakan sperma Dedi menyemprot membanjiri memeknya, sebegitu derasnya hingga sebagian menetes ke lantai kamar yg menjadi saksi bisu mereka.
“Ooohhhhh… Ratna seandainya kamu jadi istriku..” Dedi kemudian mendekap tubuh Ratna yg telah basah oleh keringat.
“Gila… kenapa kontolnnya belum mengecil” Guman Ratna dalam hatinnya.
Ia merasakan kontol Dedi tetap pada ukuran sebenarnya di dalam memeknya yg telah becek.
“Dedi… kok masih keras sih…” guman Ratna pada Dedi yang terengah-engah di belakangnya.
“Iya… biasa…”
“Mau satu ronde lagi?” kali ini Ratna yg agresif.
“Boleh…” Dedi melepaskan dekapannya.
“Dedi… tiduran deh di lantai itu” Dedi menurut saja. Ia merebahkan dirinya di lantai dingin yg berceceran maninya. Kontolnya tegak bagai tiang bendera.
“Aku naikin ya…” Ratna kemudian mengangkangi kontol Dedi, dan… blessss masuklah kontol itu hingga pangkalnya.
“Aaahhhhhh…”
Setelah kontol itu berada di dalam, Ratna kemudian memutar-mutarkan pantatnya. kontol itu pun bergesek dengan dinding memek Ratna.
“Ayooo Dedi… mainin…” Ratna memberi tanda Dedi untuk bermain-main dengan payudaranya.
Dedi kemudian mengangkat badannya sedikit untuk mengulum dan menjilati susu Ratna yg kenyal. Saat lidahnya menyentuh puting susunya Ratna pun kontan berteriak lirih. Puting itu selalu menjadi bagian tersensitifnya. Apalagi saat Dedi menghisap-hisapnya bagai seorang bayi gede. Ratna pun tambah semangat menggarap kontol Dedi. Tubuh mereka telah basah oleh peluh dan cairan mani. Rambut Ratna pun telah acak-acakan.
Semakin malam permainan mereka semakin panas. Hingga akhirnya Dedi keluar untuk kedua kalinya di liang memek istri temannya itu. Malam itu mereka berdua benar-benar menikmati permainan mereka, Ratna bahkan telah melepaskan kepasrahannya, berganti dengan gairah untuk bercinta denngan Dedi.
Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *