Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2018, Cerita Dewasa Terbaru 2018,

Cerita Sex Kartika

Posted on
Cerita Sex Kartika (part 2)
Cerita Sex Kartika

 

Cerita Sex Kartika – Tidak terlalu lama, tetapi bagi Kartika serasa seharian penuh ia mengalami perkosaan itu. Ibu muda itu menahan bibirnya dari menjerit ketika Ben dari belakang menangkap kedua payudaranya yang berayun, lalu menjadikannya bagai tali kekang kuda.Sambil membetot kedua gumpalan daging kenyal itu, Ben menghentak-hentakkan penisnya sejauh mungkin ke dalam vagina Kartika.
Kartika merasakan payudaranya luar biasa ngilu. Sementara vaginanya pun terasa amat pedih. Ibu muda itu merintih dan mengerang sepanjang perkosaan brutal itu. Rintihannya terdengar memilukan saat Ben berejakulasi di dalam vaginanya. Semburan cairan kental dan hangat dari penis Ben terasa bagai cairan cuka yang disiramkan ke atas luka.
Ben mencampakkan begitu saja tubuh Kartika ke lantai setelah tetes terakhir spermanya ditumpahkan ke rahim perempuan malang itu. Kartika berbaring menekuk tubuhnya di lantai rumahnya sendiri. Dari belakang terlihat cairan putih kental menetes di sela-sela bibir vaginanya. Kartika terisak-isak….
Tiba-tiba Joni mendekati Kartika dan menendang bokongnya, “Bangun! Cepet bersihin memek lu… gue juga pengen!” katanya.
Kartika sebetulnya enggan bangkit. Tapi ia akhirnya beringsut juga setelah Joni menyentuh bibir vaginanya dengan jempol kakinya. Susah payah perempuan berhidung mancung itu bangkit. Diulurnya jilbab panjangnya hingga menutupi kemaluannya.
“Ngapain pake ditutup segala? Ditutup juga orang tetap ngebayangin memekmu…” kata Ben sambil menjamah pangkal paha Kartika.
Perempuan itu mencoba mengelak. Tapi Ben malah menampar bokongnya.
“Biarin aja Ben, ntar juga dia buka lagi itu memek,” timpal Joni.
Kedua lelaki itu terkekeh-kekeh. Kartika tertatih-tatih menuju kamar mandi. Sebentar kemudian terdengar suara air berkecipak. Pasti itu suara air yang disiramkan ke vaginanya. Memang Kartika berupaya membersihkan sperma yang tertumpah ke dalam vaginanya. Dua jarinya ia masukkan sejauh-jauhnya ke dalam vaginanya, berupaya mengeluarkan cairan putih kental. Bergayung-gayung air ia siramkan ke vaginanya.
Kartika sadar, setelah keluar dari kamar mandi ia masih harus melayani satu lelaki bejat lagi. Tapi ia merasa tak sanggup untuk membiarkan sperma lelaki sebelumnya berlama-lama melekat di tubuhnya. Di kamar mandi tergantung sehelai jubah dari kain batik tipis.Biasanya baju itu dipakai Kartika hanya untuk di dalam rumah.Diambilnya pakaian itu dan dikenakannya.Bagaimanapun, dia merasa lebih nyaman dengan pakaian itu daripada cuma berjilbab tetapi tanpa bra dan cd. Dengan tegang, Kartika keluar kamar mandi dan menuju kamar tamu.
“Wah… sudah pake baju. Nggak apa-apa deh, aku tetep nafsu. Malah lebih nafsu sama perempuan yang berjilbab lebar dan berjubah daripada sama perek sarkem,” kata Joni.
“Lo nggak usah buka baju… yang penting memek lu tetep bisa gue masukin” lanjutnya sambil melepas celananya lalu berbaring di karpet.
Joni kemudian mengarahkan agar Kartika mengangkangi perutnya, menghadap ke arah kaki. Tanpa banyak cakap, Kartika menurut. Dia mulai sadar, kalau melawan berarti dia akan mendapat perlakuan kasar.
Ben duduk santai di sofa, menonton aksi temannya mempermalukan perempuan alim itu. Di bawah, Joni mengintip lewat bawah jubah Kartika. Pemandangan yang super langka. Dari bawah ia bisa melihat bongkahan pantat Kartika, vaginanya hingga sepasang payudaranya. Joni kemudian mengarahkan Kartika untuk merangkak di atas tubuhnya. Kepalanya masuk ke bawah jubah perempuan itu.
“Emut kontol gue!” perintahnya.
Tanpa banyak tanya, Kartika mulai menyentuh penis Joni yang lunglai. Ia baru mulai mencium kepala penis Joni ketika merasakan bibir vaginanya disentuh jemari lelaki itu. Kartika mulai mengulum penis Joni. Perlahan penis yang lunglai itu mengeras. Kartika sendiri mulai terangsang karena sentuhan jari Joni di klitorisnya. Kini, dua jari Joni malah mulai mengaduk-aduk vaginanya.
“Eunghhhh… mmfffhhhh…” Tiba-tiba Kartika mengerang.
Sebabnya, Joni merangkul pinggulnya dan menarik ke arah wajahnya. Akibatnya, vagina Kartika menempel ketat di bibir Joni yang langsung melumatnya.
Penis Joni sudah menegang penuh. Itu membuat Kartika kesulitan bernafas. Ditambah lagi, hisapan Joni pada klitorisnya dan juluran lidah Joni ke dalam liang vaginanya membuat nafas Kartika makin memburu. Ben tidak diam saja melihat adegan itu. Dipeganginya bagian belakang kepala Kartika yang terbungkus jilbab.
“Terus isep-isep…” katanya sambil memilin puting kiri Kartika.
Kartika terus mengerang-ngerang. Sebagian besar karena rangsangan hebat di vaginanya. Dia nyaris tak peduli lagi bahwa bagian tubuhnya yang paling privat saat ini tengah dijilati lelaki tetangganya dan satu lagi lelaki sedang bermain-main dengan payudaranya. Dia bahkan mulai mengangankan batang penis yang keras segera menjolok lubang vaginanya.
Tiba-tiba Kartika melepaskan kulumannya dan dari mulutnya keluar desahan seperti seorang perempuan yang hampir mencapai orgasme. Ben mengangkat dagu Kartika.
“Ayo… nggak usah malu-malu. Masukin kontol dia ke memekmu,” katanya.
“Iya Mbak… memek Mbak udah basah banget nih” timpal Joni.
Antara malu dan ingin sejenak membuat bingung Kartika. Tapi tak urung akhirnya dia bangkit, berbalik menghadap Joni, mengangkanginya dan mengangkat bagian bawah baju panjangnya, lalu ia berjongkok. Sambil menggigit bibir dan memejamkan mata ia memasukkan penis Joni ke vaginanya.
Ben menyingkap jubah Kartika sehingga masuknya batang penis Joni terlihat jelas. Kartika menggigit bibirnya. Namun dari mulutnya tetap terdengar suara erangan kenikmatan. Kartika merasakan sensasi luar biasa. Penis Joni terasa menyesaki vaginanya. Bahkan ujungnya terasa menekan sampai ke dinding rahim. Sensasi itu membuatnya melambung dan segera ingin menuntaskannya. Akal sehatnya sudah tertutupi oleh nafsu. Tanpa sadar ia menaikturunkan pinggulnya. Makin lama makin cepat.
Ia makin tergila-gila saat tangan Joni menyusup ke balik jubahnya dan meremas-remas sepasang payudaranya. ASI yang keluar dari kedua putingnya membasahi bagian muka jubahnya. Kartika terus menggoyang-goyang tubuhnya ke segala arah. Erangannya makin tak terkendali. Ia tak sadar, Ben tengah merekam aksinya dengan kamera HPnya. Ia juga tak peduli saat Ben melepas jubahnya. Hingga kini aksi penuh nafsu seorang ibu muda berjilbab pun terekam HP Ben dengan durasi yang lumayan panjang.
“Aaarrhh… mmmmpppfff… eungghhhh…” Kartika merintih, mendesah dan mengerang panjang saat orgasme menerpanya. Tubuhnya melengkung ke belakang, ke kanan dan kiri. Lalu ambruk di atas perut Joni.
Nafasnya masih tersengal-sengal, ketika Joni tiba-tiba menelentangkan tubuhnya. Penisnya masih menancap di vagina Kartika. Diletakkannya kedua kaki perempuan itu ke atas bahunya. Tubuh Kartika kini tertekuk di bawah tekanan Joni. Kedua tangan lelaki itu mencengkeram sepasang payudara Kartika sampai ke pangkalnya.
“Dasar gatel! Jilbab lebar, pake jubah tapi memeknya gatel… Makan nih kontol gue!!!” bentak Joni sambil menggenjot dengan kasar. Kedua tangannya membetot-betot payudara Kartika.
Selepas diterpa orgasme dahsyat, rasa malu dan bersalah menyiksa Kartika. Kini siksaan itu bertambah dengan rasa sakit pada payudara dan vaginanya. Joni makin gila-gilaan menggenjot vagina Kartika. Saat itulah Kartika menyadari Ben tengah merekam dengan kamera HPnya.
“Aaakhh… ouhhh… jangan… tolong… jangan direkam…” pintanya. Tentu saja Ben tak peduli.
Tiba-tiba terdengar Joni menggeram. Lelaki itu bergegas bangkit, mengangkangi wajah Kartika dan memaksa perempuan itu mengulum penisnya. Sambil memegangi bagian belakang kepala Kartika yang berjilbab, Joni akhirnya menumpahkan spermanya ke dalam mulut perempuan berhidung mancung itu.
Kartika megap-megap. Ini untuk pertama kalinya dia menelan sperma. Rongga mulutnya dipenuhi cairan kental berbau khas itu. Ketika akhirnya penis Joni ditarik keluar dari mulutnya, Kartika terbatuk-batuk. Sperma menyemprot dari mulut ke dadanya.
Dua pemerkosanya berjongkok di dekatnya. Ben memilin putingnya yang pedih.
“Kita masih punya banyak kesempatan ketemu, Mbak Kartika. So, rawat baik-baik tubuhmu, terutama memek dan tetekmu ini… oke?”
Kedua lelaki itupun berlalu meninggalkan Kartika yang lunglai di lantai. Telanjang dan ternoda.
Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *