Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2018, Cerita Dewasa Terbaru 2018,

Cerita Sex Buku Harian Vida

Posted on
Cerita Sex Buku Harian Vida
Cerita Sex Buku Harian Vida

 

Cerita Sex Buku Harian Vida – Walaupun Rita mencoba mengelak tetapi Candra bukan tipe orang yang mudah menyerah begitu saja. Dalam sekejap mereka berdua sudah berciuman dahsyat dan Rita seolah tak peduli dirinya sedang bugil dan membiarkan payudaranya menjadi permainan tangan Candra dan disaksikan oleh orang banyak. Tak lama kemudian adegan porno di vcd itu berubah menjadi lebih liar. Disana digambarkan adegan empat orang gadis sedang digilir beramai-ramai oleh puluhan pria berbadan besar.
“Aaakhhh…” Desah saya ketika merasakan buah dada saya mulai disentuh oleh Ricky.
Lelaki ini meremas-remas payudara saya dengan perlahan dan mulutnya menjulur kedada saya untuk menjilati dan menhisap puting susu saya.
“Ricky… aakhh…” saya kini hanya bisa mendesah-desah pasrah ketika pria ini mempermainkan seluruh tubuh saya dengan remasan, pilinan, ciuman dan jilatannya yang membuat saya seolah terbang kelangit ketujuh.
“Ooohh…” sekali lagi desahan tetapi bukan dari bibir saya melainkan dari mulut Tya yang saat ini sedang disetubuhi oleh Yudi. Tya yang bertubuh sedikit tinggi dari saya namun kulitnya putih ini sedang telentang dan ditindih tubuh Yudi yang sudah telanjang. Penis Yudi dengan liarnya menjajah seluruh relung vagina Tya.
“Kita join ya? Hehehe…” kata Ricky sambil mengajak saya mendekati kedua orang yang sedang bercinta itu. Lalu Ricky merebahkan saya disamping Tya yang tubuhnya terguncang-guncang akibat pompaan Yudi yang sudah mulai cepat itu.
“Vida… Sekarang kita ngentot lagi ya… heheheh…” Seloroh Ricky yang kemudian memasukkan penisnya yang cukup besar itu kedalam vagina saya yang sudah mulai basah.
“Wah toketnya Vida putih juga yah seperti orangnya.” Goda Yudi yang kemudian merapatkan tubuhnya ketubuh terlentang Tya itu.
Ricky sendiri tak butuh waktu lama untuk memasukkan penisnya kedalam vagina saya yang memang sudah tidak perawan lagi, bahkan semua gadis di ruangan itu tak ada yang masih perawan.
“Crok… crok… crok…” suara vagina saya yang sedang digenjot Ricky ini bercampur dengan suara dari pasangan lainnya.
Yudi sesekali seolah tak sengaja menyentuhkan siku tangannya ke payudara saya. Ricky melihatnya dan terlihat tak peduli dan masih asyik memompa penisnya kedalam vagina saya yang sudah mulai basah ini. Tiga menit kemudian, kembali Yudi menyentuhkan siku tangannya ke payudara saya tetapi kali ini didiamkan lama disana dan seperti disengaja menumpangkan sikunya di atas salah satu toket saya itu, seperti mendapatkan lampu hijau, tepat ketika Ricky maupun Yudi mempercepat goyangannya kepada saya dan Tya, tangan Yudi berani meremas toket saya dan mempermainkan putingnya tanpa ragu lagi. Jujur saja hal ini membuat saya menjadi sedikit risih tetapi sensasinya membuat saya sangat terangsang dengan hebatnya.
Ricky yang melihat Yudi lancang menjarah toket saya itu lalu membalas dengan mencium bibir Tya dan meremas payudaranya yang besar itu. Herannya, Tya spontan membalas ciuman Ricky tanpa malu-malu lagi. Yang membuat saya heran lagi enah kenapa saya dan Tya seolah menurut saja dan ikut menggoyangkan pinggul kami saat penis-penis para pria ini menjarahi vagina kami berdua tanpa malu-malu.
“Aaakhh… memeknya Vida sempit banget.” Seru Ricky yang kemudian langsung ditimpali oleh Yudi,
“Memangnya sempitan mana sama punya Tya? Aku cobain yah?” kata Yudi yang kemudian mencabut penisnya dari vagina Tya.
Saya terkejut karena kemudian Ricky mencabut penisnya dari vagina saya dan mengarahkan penisnya itu kemulut saya untuk saya oral. Sementara itu dia diam saja ketika Yudi mengarahkan batang penisnya kearah bibir kemaluan saya dan memompanya dengan penuh nafsu. Tya sendiri entah sejak kapan, sekarang sudah dalam tindihan Candra yang menggila dengan sodokan-sodokan kerasnya dan Yudi juga tidak protes padahal dia dan Tya sudah pacaran 2 tahun lamanya.
“Wah benar-benar nikmat vaginanya Vida. Sempitnya sama dengan punya Tya. Akhh… yess…..akhhh… Vida kamu cantik banget kalau pas dientotin gini. Aaakhh… Vida…” desah Yudi sambil menikmati penisnya yang memblender seluruh isi vagina saya yang kembali membuat saya orgasme entah untuk yang keberapa kalinya malam itu.
Candra pun ikut-ikutan dengan meremas-remas toket saya tanpa ampun. Tubuh saya-pun dibuat dalam posisi merangkak kemudian lagi-lagi penis Yudi menyodok vagina saya tanpa ampun.
“Aaakhh… sakit… pelan…” entah kenapa yang dalam pikiran saya hanyalah rasa sakit karena sodokan keras itu dan bukan rasa malu atau terhina.
Bibir saya pun tak bisa banyak mendesah karena tersumpal penis Ricky yang terus minta diservis tanpa henti. Tangan Candra juga tak segan-segan lagi meremasi kedua bukit kembar saya yang menggantung bebas saat dalam posisi doggy style ini padahal dia sedang ngentotin Tya waktu itu.
“Aaakhh… aku keluar… aakhhh… Vidaaa…” pekik Yudi yang kemudian melesakkan penisnya dalam-dalam dan berejakulasi didalam vagina saya.
Sperma Yudi saya rasakan menyemprot dinding-dinding dalam vagina saya sehingga terasa hangat. Tak lama setelah Yudi mencabut penisnya, Candra langsung ambil posisi dan mengentot saya dari belakang dengan posisi doggy style yang sama.
“Wow! Sama sempitnya dengan punya pacarmu Yud. Seandainya toketmu sebesar punya Tya pasti aku bakalan tergila-gila sama kamu Vid.” Godanya kepada saya.
Ingin saya protes dan berontak tapi nafsu saya juga sudah tak terbendung dan kepalang basah. Ricky pun juga lebih suka memikirkan pemuasan nafsunya dengan mulut saya dibandingkan dengan memikirkan martabat saya.
“Aaakhh… aakhhh… Candra… akhh… pelan…” kata saya tergagap setelah merasakan pompaan penisnya semakin kencang dan brutal saja.
“Vaginamu terlalu menggoda buat penisku Vid. Sorry kalau terlalu cepat. Aakh… nih… aku kasih… aaakhhh…!” seru Candra yang lalu menyodokkan penisnya sekencang-kencangnya ke vagina saya dengan brutal. Satu sodokan yang keras sampai membuat bibir luar vagina saya ikut melesak masuk terkena gesekan penisnya. Sekali lagi saya orgasme.
“Vidaaa… aku keluar… aakhhhh…” seru Candra yang kemudian mengejang.
Sekali lagi saya merasakan penis seorang pria menyemprotkan spermanya didalam liang kemaluan saya. Sekarang sudah sperma dari dua orang yang saya yakin kemudian bakalan menjadi tiga orang.
Yang saya yakini itu ternyata benar-benar terjadi, karena giliran berikutnya adalah Ricky. Tak butuh waktu lama baginya untuk berejakulasi didalam kemaluan saya.
“Bagaimana Vid? kontol siapa yang lebih enak buat ngentotin kamu?” goda Ricky yang kemudian menyemprotkan spermanya berulang-ulang didalam vagina saya.
Malam itu ketiga pria ini menggilir saya dan Tya karena ternyata Rita sedang keputihan sehingga bebas dari gangguan, itu juga penyebab Candra beralih untuk menyetubuhi Tya dan saya.
Paginya saya melihat Tya masih tidur di kasur yang diletakkan diatas lantai berkarpet. Berselimutkan sprei yang acak-acakkan dan dari vaginanya terlihat cairan sperma yang sudah mengering. Saya ingat bahwa Tya semalam dikerjai habis-habisan juga hingga nyaris pingsan. Mungkin 6 kali para pria itu berejakulasi didalam vaginanya.
Saya melihat tubuh saya. Payudara saya yang putih mulus ini sekarang sudah tertutup cairan putih kental hasil oral seks saya kepada Candra. Sementara itu dari bibir vagina saya masih mengalir sedikit sperma yang sudah tidak lagi kental. Yudi menyetubuhi saya lagi pagi ini saat saya belum bangun. Hal itu juga yang membangunkan saya setelah merasakan vagina saya seperti disodok oleh benda keras panjang yang ternyata adalah penisnya Yudi. Saya ingat kalau semalam saya digilir berulang-ulang sampai sekitar 7 kali. Bukan hanya pantat dan buah dada saya yang jadi sasaran tembakan sperma mereka tetapi juga punggung dan wajah. Masih saya rasakan rasa asin sperma Yudi yang nyaris tertelan oleh saya.
Setelah kejadian di guest house itu, anehnya Tya malah bertambah rekat dengan Yudi sementara Candra dan Rita malah putus. Saya?… Ricky tidak terdengar kabar beritanya selama 2 bulan penuh. Ternyata dia sudah menghindari saya karena malu tubuh saya sudah dicicipi oleh dua teman baiknya. Pria munafik, tetapi tak apalah karena Faris menerima saya dengan apa adanya. Lagipula pacar saya itu juga sering tidur dengan wanita lain tetapi tetap saja dia tak mau menambatkan hatinya pada para perempuan itu dan tetap menjadikan saya kekasihnya.
Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *